18April2014

You are here: Home HI-Issue Institusi Internasional Definisi Organisasi Internasional
 

Bangkok Diserbu Demonstran

Bentrok pecah di Bangkok, Thailand, Senin, 2 Desember 2013, melibatkan pasukan keamanan dengan demonstran yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Kerusuhan ini menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan 103 lainnya cedera.

Langganan Artikel

Masukkan Email Anda:

Mari Berkontribusi

Mari berbagi berita dan tulisan. Kami menyediakan ruang sebesar-besarnya kepada Anda untuk turut serta menyumbangkan ide dan tulisan. Caranya sangat mudah. Simak petunjuknya disini.
 

Komunitas HI Indonesia

HIneter, bergabung di HI Community -- Komunitas HI Indonesia. Bertemu kawan baru, bertukar ide, mendiskusikan isu-isu HI, dan banyak lagi. Ayo bergabung dan jelajahi dunia baru tanpa barikade sekarang juga!

Punya Agenda Kegiatan?

Menjelajahi interaksi. Kumpulan kegiatan, pertemuan mahasiswa, seminar, dan agenda-agenda penting yang berkaitan dengan dunia Hubungan Internasional. Ayo singgah.

Definisi Organisasi Internasional

 

PBB officePerkembangan organisasi internasional, terutama, lebih merupakan sebuah jawaban atas kebutuhan nyata yang timbul dari pergaulan internasional ketimbang karena pertimbangan filosofi atau ideologi mengenai gagasan pemerintah dunia. Pertumbuhan pergaulan interrnasional, dalam arti perkembangan hubungan antara rakyat yang beragam, merupakan suatu ciri konstan dari peradaban yang matang; kemajuan dalam bidang mesin-mesin komunikasi yang ditambah dengan hasrat untuk berdagang demi menciptakan suatu tingkat hubungan yang pada akhirnya memerlukan pengaturan melalui cara-cara kelembagaan.

 

Organisasi Internasional menurut Cheever dan Haviland dalam Organizing For Peace : International Organization in World afaits (1967), dapat didefenisikan secara sederhana sebagai :

Pengaturan bentuk kerjasama internasional yang melembaga antara negara-negara, umumnya berlandaskan suatu persetujuan dasar, untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang memberi manfaat timbal balik yang diejawantahkan melalui pertemuan-pertemuan serta kegiatan-kegiatan staf secara berkala .

 

Jadi, organisasi internasional, menurut pengertian sederhana tersebut di atas, mencakup adanya 3 (tiga) unsur, yaitu :

1)Keterlibatan negara dalam suatu pola kerjasama

2)Adanya pertemuan-pertemuan secara berkala

3)Adanya staf yang bekerja sebagai “pegawai sipil internasional” (international civil servant)

 
Perkembangan pesat dalam bentuk serta pola kerjasama melalui organisasi internasional, telah makin menonjolkan peran organisasi internasional yang bukan hanya melibatkan negara beserta pemerintah saja. Negara tetap merupakan aktor paling dominan di dalam bentuk-bentuk kerjasama internasional, namun perlu diakui keberadaan (eksistensi) organisasi-organisasi internasional non-pemerintah makin hari makin banyak jumlahnya.
 
 
Menurut Teuku May Rudy, Organisasi Internasional akan lebih lengkap dan menyeluruh jika didefenisikan sebagai berikut :
 
Pola kerjasama yang melintasi batas-batas negara , dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antara sesama kelompok non-pemerintah pada negara yang berbeda.
 
Suatu kerjasama internasional tidak selalu harus berbentuk organisasi internasional. Kerjasama internasional dapat saja dilaksanakan atau diejawantahkan melalui perjanjian (treaty) atau kesepakatan (agreement) saja, yang bukan berupa perjanjian untuk membentuk suatu organisasi internasional.
 
Oleh  karena  itu,  untuk  suatu  organisasi  internasional,  selain unsur-unsur :
1.kerjasama yang ruang-lingkupnya melintasi batas negara
2.mencapai tujuan-tujuan yang disepakati bersama
3.baik antar pemerintah maupun non-pemerintah
 
perlu pula dipenuhi unsur-unsur :
 
4.struktur organisasi yang jelas dan lengkap
5.melaksanakan fungsi secara berkesinambungan . 
 
 
Couloumbis dan Wolfe menyatakan perlunya pendekatan atas 3 (tiga) peringkat defenisi, yaitu :
1)Dari segi tujuan organisasi, apakah bersifat internasional yaitu bahwa kegiatannya melintasi batas-batas negara nasional.
2)Dari tinjauan terhadap model-model dan kelembagaan organisasi internasional yang ada dewasa ini.
3)Sebagai proses yang mendekati taraf pengaturan oleh suatu bentuk pemerintahan, dalam hubungan yang mencakup baik antara negara dengan negara maupun antara aktor-aktor bukan negara (non-state actors).
 
 
Organisasi internasional baik inter-government maupun non-government berkembang pesat terutama setelah berkecamuk Perang Dunia II. Perkembangan yang sangat pesat itu disebabkan antara lain :
 
1.Adanya spesialisasi di bidang perburuhan 
2.Adanya perkembangan azas peri kemanusiaan (humanitarism)
3.Adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat
4.Timbulnya sistem pemerintahan modern yang sangat populer
5.Adanya desakan kepentingan masyarakat banyak, umumnya kelas menengah ke bawah
6.Adanya perang yang bersifat umum (General War)
 
Organisasi internasional sendiri secara umum berarti suatu bentuk organisasi atau lembaga yang memiliki struktur organisasi yang jelas, memiliki visi dan misi tertentu, ruang lingkupnya melewati batas-batas wilayah negara (transnasional) dan menjalankan fungsi serta tujuannya secara kontinyu.
 
Defenisi organisasi internasional dikemukakan secara rinci oleh Sariohartono sebagai berikut :
International organization adalah timbulnya banyak sekali lembaga-lembaga atau institusi yang sangat rapi, apakah itu bersifat government apakah semi government atau bersifat private association dimana lembaga-lembaga demikian itu aktif bergerak di luar batas negara (transnasional), dimana secara obyektif pelaksanaan kehendak dari lembaga-lembaga itu langsung atau tidak langsung .
 
 
 
Daftar Bacaan:
D.W. Bowett, 1992, Hukum Organisasi Internasional, sinar grafika, Jakarta,. hal. 2
 
Drs. Teuku May Rudy, S.H., M.A., MIR, 1998, Administrasi dan organisasi Internasional, PT Refika Aditama, Bandung, hal. 3
 
Theodore A. Colombis & James H. Wolfe, 1981, International Relations : Power and Justice, Prentice Hall of India, New Delhi, hal. 252
 
Soepardi Sariohartono, 1987, Organisasi dan Administrasi Internasional , Usaha Nasional, Surabaya, hal. 107
 
 

 

Silahkan menggunakan segala tulisan dan informasi dalam portal ini secara etis dan bertanggung-jawab. Jika ingin mengutip sebagian atau keseluruhan isi portal ini, mohon mencantumkan sumber dan menghubungi admin.